Untuk Ibu

Sebenernya udah lama aku pengen nulis ini, hanya saja belum sempet meluangkan waktu di blogku ini. Cerita ini tentang seorang Ibu.

Kapan hari yang lalu aku tugaskan kantor di pelindo 3 Surabaya, (tugas apa Yo? ya biasalah….nyangkul, hehe). Perjalanan dari sutorejo menuju pelindo itu emang rada jauh dan ramai banget, berbagai manusia berlalu lalang di sepanjang jalan itu. Ada direktur, walikota, pengamen, penjual nasi, penjual koran, pemulung bahkan perampok sekalipun berlomba untuk mencari sesuap nasi dan sejuta harapan untuk hidupnya.

Waktu itu aku pulang dari pelindo jam 4.30 dan langsung menuju kampus. Di tengah perjalanan yang ramai itu, ada kejadian yang membuatku tersentuh meski tak bisa bergerak(apaan sih maksudnya? hehe). Sebenernya kejadian ini wajar-wajar aja sih, dan temen-temen semua juga pasti sering ngeliat hal kayak gini, tapi gak tau napa waktu itu kok aku tersentuh banget.

Gini ceritanya….
Di perempatan kenjeran (perempatan yang dari arah perak kalo ke kiri menuju suramadu, kalo orang surabaya pasti tau dah..hehe) waktu itu ramai banget, tiiit…tiit…tooot…tooot, bunyi klakson bersautan dari semua arah. Lampu masih mencorong merah, dan itu pertanda masih belum bisa jalan (semua orang juga tau kaleee…hehehe), kendaraan semakin berjubel dan memadati jalan.

Dari sudut jalan, aku liat seorang ibu mendorong gerobak jualan nasi, tampak beliau mau nyebrang di keramaian manusia itu, wajahnya tampak tulus dan ihklas banget, tampak banget bahwa beliau mampu menjalani itu semua. Dengan tergesa-gesa beliau nyebrang di zebra cross yang tepat berada di antrian pembalap-pembalap lampu merah, sungguh wajahnya tampak begitu tergesa, dan tanpa beliau sadari lampu sudah menyala hijau, dan itu pertanda para pembalap mulai menarik gas, apalagi di bagian belakang, pasti bunyikan klakson keras banget, seakan hanya dia yang mau pakai jalan itu. Si Ibu itu lari mendorong gerobaknya seakan takut ditabrak, ada cucuran keringat di keningnya, ada sejuta harapan untuk anaknya, ada sejuta mimpi tentang hari esok, dan akhirnya sampai juga beliau di seberang jalan. Aku dan lainnya mulai jalan, kulihat dari kejauhan beliau tampak mengusap keringat dengan bajunya, dan ada kelegaan tersirat di senyumnya.

Hanya itu yang aku ceritakan, wajar banget kan? Temen-temen semua pasti sering juga ngeliat kayak gitu kan? Tapi aku gak tau kenapa, entah cengeng atau apa, di jalan itu air mataku menetes, yang aku pikir….adilkah Tuhan selama ini! Betapa mulianya ibu tadi! Dan betapa angkuhnya manusia-manusia di dalam mobil yang kedinginan dengan ACnya dan membunyikan klakson keras-keras! Untuk Ibu tadi, aku doakan semoga semua yang indah akan menghampiri hidupmu. AMIIN YA RABB!

PS:
Buat para ibuku di rumah, cepet sembuh ya. maaf aku tak bisa menemanimu setiap hari, anakmu disini berjuang mancari apa arti hidup itu sebenarnya. Aku pasti akan pulang lagi kepangkuanmu…..I LOVE YOU MOM!!!

SELAMAT HARI IBU…….22 Desember 2009

7 responses to this post.

  1. Hiks,,,,hiks,,,,hiks,,,,
    Ane juga pernah gan,,,,sama yang ane rasakan ma dikau,,,
    Mantabzzz gan perasaanmu,,,,,
    Met hari ibu,,,,,,
    Kapan ane bisa buat ibu bahagia,,,,
    hiks hiks hiks

    Reply

    • Posted by jiyofine on December 23, 2009 at 12:53 pm

      hehe, jangan nangis brur…
      ntar kalo udah lulus kuliah, pasti bisa bahagiakan orang tua…santai saja kawan, 😀

      Reply

  2. Lho, ibu sedang sakit ya, mas? Moga lekas sembuh ya? Emangnya mas jiyofine ini dari mana sih?

    Btw, mas sampean dapat award lho…

    Reply

    • Posted by jiyofine on December 27, 2009 at 2:38 pm

      Iya Pak, ibuk lagi sakit dirumah, amiiinn…terima kasih doanya. 🙂
      aku iki asli Pak, hehe

      Btw, terima kasih buuanget atas rewardnya. 🙂

      Reply

  3. mskpun km gk isa nunggui ibuk yg sdang skit d rmh, doamu sngat dhrapkan ibuk utk ksmbuhan makanya tiap hbis shlat jngan lupa doakn ibu n shalt km jngan bolong trus trutma shlt subuh….

    Reply

  4. […] maaf baru saya pajang awardnya. Ini dia awardnya… award itu di tujukan ke tulisanku yang ini, yah…pokoknya makasih banget deh buat pak Edi yang udah ngasih award. Ntar kalo ada waktu tak […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: