Pantaskah?

Kuselipkan nama itu dalam bait doa
Digenggam malaikat lalu terbang dalam sejuknya pagi

Sucinya harap berbalut pasrah
Bertanya-tanya tapi tak ada jawab

Jauh memandang diri dalam gelap
Memeluk emosi menahan bara

Tuhan, pantaskah?
Pantaskah doa itu kukirim
Pantaskah kabulmu kuterima

Sungguh semua yang diluar jangakauan itu adalah urusanMu
Tuhan, pantaskanlah aku.

Balada Subuh

Angin semilir masuk dari jendela kamar membawa pesan damai, perlahan menelusup ke lubang telinga kemudian sampai pada syaraf otak dan tak lama setelah itu terbesit irama “Mari kita dirikan shalat”, irama itu menari diantara alam sadar dan ketidaksadaran, perlahan mata terbuka sedikit dengan sangat berat.

Seruan itu benar-benar memecah keheningan pagi yang masih sunyi, detak jam dinding seakan tak mau kalah untuk ikut bersenandung, tak lama kemudian terdengar suara digital dengan nada rendah yang perlahan meninggi membuat mata sedikit terbuka lagi.Tanpa sadar syaraf otak memerintah untuk menggerakkan tangan menyentuh asal suara itu dan menekan tombol “snoze”. Continue reading

Yes, I am an Unemployment

Iya, per tanggal 1 Mei 2013 kemarin saya sudah tidak harus lagi bangun pagi, dandan rapi , dan pergi ke kantor seperti yang lain. Disaat orang-orang ramai berdemo tentang ketidakpuasan, ketidakadilan yang mereka rasakan, saya memilih untuk melangkah keluar dari pintu kantor. Pada tanggal itu, banyak orang menyebutnya sebagai hari buruh.🙂 Continue reading

I’m Stupid!

Aku hanya bumbung kosong yang tak punya arti
Hanya sepotong daging yang terselinap nyawa
Bukan seperti mereka, bukan juga seperti dia

Jangan tanyakan arti, karena aku benar-benar tak mampu oleh ini
Jangan juga tanyakan pasti, karena saya masih berdiskusi dengan ilusi

Dan kau tau?
Betapa otak ini terkalahkan dengan kebodohan

Mati!
Iya, semua sel otak mati terkekang ketakutan yang tak seharusnya

Perputaran logika tak lagi berjalan, hanya karena kebodohan
Hahaha, bodoh!
Iya memang bodoh, bodoh karena takut, bodoh karena palsu.

Tapi tunggu saja waktunya, aku akan semakin tidak peduli dengannya!

Bodoh!

Hei kamu yang bersembunyi di balik meja,
Kenapa?
Takut lo?
Lihatkan mukamu, dan tantang duniamu.

Hari masih terlalu pagi bung!
Jangan kau merasa ragu!
Lukislah harimu dengan garis-garis yang tegas.

Apa tak cukup jelas yang sudah terpapar?
Masih saja bertanya tentang kepastian?
hahaha,
bodoh!

Wis udah!

Allhamdullilah, mungkin itu kata yang paling tepat saya ucapkan saat ini, mau tau kenapa? Karena saya telah diwisuda menjadi seorang sarjana komputer! *trus gue harus telen meja sambil bilang waw gitu Yok?

Trus apa arti wisuda itu Yok? Saya juga kurang tau sih, yang jelas saya butuh waktu bertahun-tahun duduk di bangku kampus untuk bisa melewati peristiwa ini. Tapi jujur saya masih terlalu awam untuk disebut sebagai seorang sarjana komputer, loh kenapa? Karena bill gates, mark zuckerberg, dan steve jobs tanpa gelar sarjana komputer mereka telah memperkerjakan ribuan sarjana komputer untuk merubah dunia. Harusnya ribuan sarjana komputer ini bisa lebih hebat dari mereka dong? tapi? tanya kenapa? saya juga ndak tau, karena saya termasuk dari ribuan sarjana komputer itu.😀 Continue reading

Lelaki – Lelaki

Peluh keringat itu, untuk siapa?
Rupiah rupiah itu, untuk apa?
pikiran pikiran itu? hah…semakin pekat melekat

terlintas dalam nyata, tapi masih tampak semu dimata
apa memang yang semu itu nyata?

Bidadari datang menyampaikan rasa,
membuat gundah yang merasa,
tertunduk lagi, melihat asa yang tak kunjung biasa.

ini bukan hanya ucap,
tapi juga hasrat.

hahaha,
Dia juga punya rasa, dia juga punya lelah, dia juga punya kasih.
tapi tak mudah merasa, tak mudah melelah,dan tak mudah mengasih,
karena memang dia bukan tukang rasa.

lelaki-lelaki itu,
semoga diakui sebelum menyampaikan rasa.