Lakum Dinukum Waliyadin

Rusuh lagi rusuh lagi, kasus lagi kasus lagi, yah inilah negara kita tercinta. Kata orang-orang, gak hidup kalau gak ada masalah, tapi kan yo bukan berarti masalah harus terus terjadi kan? apalagi masalah yang negatif. Akhir-akhir ini Indonesia digegerkan dengan tragedi berdarah antara jemaat ahmadiyah dan umat muslim. Aku tak tau kok tiba2 ahmadiyah muncul lagi disela-sela kasusnya Gayus yang sedang panas, apa hanya untuk mengalihkan perhatian kami yang tak tau apa-apa atau gimana, biar Tuhan yang maha tahu yang menunjukkannya, dan semoga semua ini cepet teratasi dengan damai.

Semalem aku liat acara yang memabahas masalah ini di salah satu stasiun tv swasta, dalam dialog tersebut menghardirkan pengacara dari umat muslim, tokoh ahmadiyah dan bapak Amien Rais selaku cendekiawan muslim. Mereka semua saling mengutaran pendapat dan pembelaan,  bahkan terlihat saling “eyel-eyelan” diantara mereka, sedangkan aku sebagai penonton sekaligus orang awam, cuma bisa klopa klopo melihat mereka.  (hehe…klopo iki opo yo? :D

Bapak pengacara umat muslim itu menyampaikan bahwa ahmadiyah sudah dilarang oleh pemerintah dan sudah dinyatakan sesat dan menyesatkan, maka janganlah mencoba menyebarkan ajaran itu. Jikalau masih meyakini kebenaran ajaran itu, maka yakinilah sendiri dan jangan pernah mencoba menyebarkan, memasang plang “AHMADIYAH” saja  menurut bapak ini juga salah satu media untuk menyebarkan. Bahkan kalau ada yang meyakini mesin giling itu adalah Tuhanmu, maka sembahlah dengan caramu sendiri ditempatmu sendiri(guyonannya).

Aku lihat pengacara ahmadiyah tersebut tampak senyum senyum seraya menahan pengen ngomong, karena dia memang belum diminta presenter untuk mengutarakan pendapat. Sesaat setelah itu, orang ini menerangkan bahwa mereka ada korban, mengapa kami yang ditindak? kami ini melakukan ibadah ditempat kami sendiri, mengaapa dihamiki? dan…apa gitu, aku lupa lanjutannya, hehe.  Intinya mereka merasa sebagai korban yang butuh perlindungan.

Setelah itu giliran bapak Amin Rais ini mengutarakan pendapatnya, beliau pada awal2nya sempat menyingung bahwa mungkin saja kasus ini adalah permainan para “pemain” untuk mengalihkan kasus gayus. Selanjutnya beliau mengatakan bahwa ahmadiyah ini jelas-jelas sudah dinyatakan sesat oleh umat muhammadiyah dan nahdatul ulama, kedua umat ini adalah raksasa muslim di indonesia, dan pemerintah juga sudah mengeluarkan surat tentang larangan ajaran ini. Namun disisi lain beliau juga menyebutkan undang-undang negara ini yang mengatur tentang kebebasan memeluk agama sesuai yang diyakini dan setiap warga negara berhak hidup…,(untuk lebih detailnya tanya pak amin rais sendiri ya.., hehehe)

Ya ya ya ya….sambil garuk-garuk kepala aku memahaminya, bingung juga ya(halah..sok sok’an mikir yo…hahaha).  Dari ketiga narasumber yang tak sebutkan diatas, menurutku sih ada benarnya dan juga ada salahnya. Ahamadiyah jelas-jelas dilarang pemerintah, tetapi masih saja menjalani ajarannya, tapi juga tak seharusnya dihamiki seperti itu, toh dalam islam kekerasan model gimanapun itu tidak boleh kecuali dalam perang, apakah ini perang? Pak Imam besar masjid Istiqlal menyampaikan bahwa beliau tidak tau ajaran mana yang dipakai orang2 yang melakukan kekerasan itu. Nah loo…bimgung juga kan.

Hmmmm….menurutku sih gini, ISLAM itu adalah suatu ajaran baku yang sudah mempunyai hukum-hukum jelas yang diterangkan dalam al-Quran yang disampaikan melalui nabi Muhammad. Ajaran ahmadiyah menurut NU dan MUHAMMADIYAH adalah ajaran yang menlenceng dari hukum-hukum islam, jadi jelaskan disini…bahwa ahmadiyah itu salah menurut islam. Kenapa ahmadiyah masih mengaku sebagai umat muslim? Nah loo…bingung lagi kan? Kalau sudah dinyatakan sesat dan menyesatkan, kenapa mereka tak membuat agama baru saja? jangan menyangkutkan nama islam, tapi membuat suatu ajaran baru tersebut juga tak lepas dari izin pemerintah(itu sih masalah loo…hehehe) Dengan begitu masalah selesai, BAGIMU AGAMAMU, BAGIKU AGAMAKU!.

Yasudahlah….ini cuma kata2 orang tak penting, yang penting kita selalu berusaha untuk taat menjalani perintah Tuhan, menjauhi larangan Tuhan, pasrah pada Tuhan, semua kebenaran akan terungkap kelak. Dan jangan merasa menjadi Tuhan saat mengakimi, mereka juga manusia yang mempunya hak hidup yang sama.Hanya Tuhan yang tahu tentang semua ini. Semoga bangsa kita selalu dilindungi dan dijauhkan dari semua yang batil. AMIIIN.

Advertisement

2 responses to this post.

  1. Posted by nobody on February 16, 2011 at 3:49 pm

    Kekuatan FreeMason Yahudi bermain di balik masalah Gayus dll.?
    Semua orang sepertinya berusaha untuk saling menutupi agar kedok anggota mafia FreeMason utamanya tidak sampai terbongkar.
    Jika memang benar demikian, maka tidak akan ada yang bisa menangkap dan mengadili Gembong tersebut -di dunia ini- selain Mahkamah Khilafah!
    Mari Bersatu, tegakkan Khilafah!
    Mari hancurkan Sistem Jahiliyah dan terapkan Sistem Islam, mulai dari keluarga kita sendiri!

    Reply

  2. “kekerasan ” atas agama,saya sbg umat muslim malu atas kejadian kekerasan “ahmadiyah”, karena bersangkutan dgn islam.Emang sy gak tau aliran yg bgaimanan ahmadiyah itu.dari pada bikin pusing mari kita bersatu, dan menjalankan perintah agama & kpercayaan masing masing.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.