Sebenernya udah lama aku pengen nulis ini, hanya saja belum sempet meluangkan waktu di blogku ini. Cerita ini tentang seorang Ibu.
Kapan hari yang lalu aku tugaskan kantor di pelindo 3 Surabaya, (tugas apa Yo? ya biasalah….nyangkul, hehe). Perjalanan dari sutorejo menuju pelindo itu emang rada jauh dan ramai banget, berbagai manusia berlalu lalang di sepanjang jalan itu. Ada direktur, walikota, pengamen, penjual nasi, penjual koran, pemulung bahkan perampok sekalipun berlomba untuk mencari sesuap nasi dan sejuta harapan untuk hidupnya.
Waktu itu aku pulang dari pelindo jam 4.30 dan langsung menuju kampus. Di tengah perjalanan yang ramai itu, ada kejadian yang membuatku tersentuh meski tak bisa bergerak(apaan sih maksudnya? hehe). Sebenernya kejadian ini wajar-wajar aja sih, dan temen-temen semua juga pasti sering ngeliat hal kayak gini, tapi gak tau napa waktu itu kok aku tersentuh banget.
Gini ceritanya….
Di perempatan kenjeran (perempatan yang dari arah perak kalo ke kiri menuju suramadu, kalo orang surabaya pasti tau dah..hehe) waktu itu ramai banget, tiiit…tiit…tooot…tooot, bunyi klakson bersautan dari semua arah. Lampu masih mencorong merah, dan itu pertanda masih belum bisa jalan (semua orang juga tau kaleee…hehehe), kendaraan semakin berjubel dan memadati jalan.
Dari sudut jalan, aku liat seorang ibu mendorong gerobak jualan nasi, tampak beliau mau nyebrang di Read More…